Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya Tegaskan Ansor Harus Jadi Kekuatan Pangan Desa

Bagikan:

16 January 2026  •  Admin

Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya Tegaskan Ansor Harus Jadi Kekuatan Pangan Desa

ansorlamongan.id | Lamongan  – Gerakan Pemuda Ansor menegaskan sikapnya untuk tidak sekadar menjadi organisasi seremonial. Hal itu ditunjukkan melalui Penanaman 5.000 Bibit Cabai Serentak di Rumah Kader Ansor dan Banser se-Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, sebagai langkah awal program strategis Menuju Desa Cabai Mandiri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan ghiro kader Ansor di tingkat PAC Sekaran agar tampil sebagai kekuatan riil di desa, bukan hanya aktif dalam forum-forum organisasi, tetapi hadir langsung menjawab persoalan pangan dan ekonomi rakyat.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Ketua PC Sahabat H. Muhlisin, serta ratusan kader Ansor dari seluruh ranting se-Kecamatan Sekaran. Kehadiran unsur pemerintah daerah memperkuat pesan bahwa gerakan ketahanan pangan Ansor memiliki relevansi strategis dengan pembangunan daerah.

Sebanyak 5.000 bibit cabai yang ditanam dan dibagikan dalam kegiatan ini sepenuhnya merupakan hasil swadaya kader Ansor. Bibit tersebut diserahkan kepada Ansor Lamongan untuk didistribusikan ke seluruh ranting se-Kabupaten Lamongan. Program ini diawali sebagai pilot project di PAC Sekaran bersama 10 ranting, dengan target membangun sentra komoditas cabai di masing-masing desa.

Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya, dalam pernyataannya menyampaikan sikap tegas dan lugas terkait arah gerakan Ansor ke depan.

“Ansor tidak boleh hanya ramai di forum, tapi sepi di ladang. Ketahanan pangan itu kerja nyata, bukan wacana. Kalau kader Ansor tidak turun langsung menanam, beternak, dan mengelola pangan, maka kita gagal menjalankan peran kebangsaan,” tegas H. Deni Prasetya.

Menurutnya, program Desa Cabai adalah langkah awal membangun kemandirian kader sekaligus desa.“Ini bukan proyek dadakan dan bukan kegiatan simbolik. Ini pilot project yang akan kami kawal serius. Dari Sekaran, kita buktikan bahwa Ansor mampu membangun komoditas strategis. Cabai itu kebutuhan rakyat, harganya fluktuatif, dan di situlah Ansor harus hadir,” ujarnya.

H. Deni juga menekankan bahwa seluruh bibit berasal dari kader sebagai bukti kemandirian organisasi.“Bibit ini bukan bantuan, bukan proposal, dan bukan belas kasihan siapa pun. Ini murni usaha kader Ansor sendiri. Artinya, Ansor punya modal, punya tenaga, dan punya tekad. Tinggal kemauan dan konsistensi,” tandasnya.

Ia menegaskan, gerakan ketahanan pangan harus menjadi budaya baru kader Ansor.“Ke depan, setiap ranting Ansor harus punya basis pangan. Kalau desa kuat pangannya, kader kuat ekonominya, maka Ansor akan berdiri tegak sebagai penjaga bangsa dari bawah,” pungkas H. Deni Prasetya.

Melalui gerakan ini, Ansor Sekaran menegaskan transformasi peran kader: dari rumah kader, menuju ladang produktif, membangun desa yang mandiri, berdaulat pangan, dan berdaya secara ekonomi.

 


Berita Terkait
← Kembali ke Berita