23 April 2026 • Admin
Lamongan, ansorlamongan.id - Gerakan Pemuda Ansor merupakan badan otonom kepemudaan Nahdlatul Ulama yang lahir dari rahim perjuangan ulama dan pemuda bangsa. Sejarah panjang Ansor tidak dapat dipisahkan dari semangat kebangsaan, keislaman, serta komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cikal bakal berdirinya GP Ansor dimulai pada tahun 1924 melalui organisasi kepemudaan bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) yang diprakarsai oleh para tokoh muda Nahdlatul Ulama sebagai wadah kaderisasi generasi muda Islam. Organisasi ini menjadi ruang pembinaan pemuda agar memiliki semangat keagamaan, nasionalisme, dan kepedulian sosial.
Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1931 organisasi ini bertransformasi menjadi Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU). Kemudian, dalam momentum penting pada tanggal 24 April 1934, dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-9 di Banyuwangi, secara resmi lahirlah Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) yang kemudian ditetapkan sebagai tonggak kelahiran GP Ansor.
Nama “Ansor” sendiri terinspirasi dari kaum Anshar di Madinah yang dikenal sebagai golongan penolong perjuangan Rasulullah SAW. Spirit tersebut menjadi identitas utama kader Ansor: siap menolong agama, bangsa, ulama, dan masyarakat.
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Ansor turut hadir di berbagai momentum penting. Pada masa perjuangan kemerdekaan, kader-kader Ansor bersama ulama dan santri ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat ini semakin nyata dalam peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, ketika kaum santri dan pemuda bergerak melawan penjajah demi mempertahankan kedaulatan bangsa.
Pada tahun 1962, Ansor membentuk satuan khusus bernama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai bentuk penguatan kader dalam bidang pengamanan, kemanusiaan, kebencanaan, dan pengabdian sosial. Hingga hari ini, Banser menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan, sosial, hingga kebangsaan.
Memasuki era reformasi hingga era digital saat ini, GP Ansor terus melakukan transformasi gerakan. Tidak hanya fokus pada kaderisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, Ansor juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi kader, penguatan literasi digital, pengembangan sumber daya manusia, hingga menjaga ruang publik dari paham radikalisme dan intoleransi.
Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi seluruh kader dengan diperingatinya Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor. Usia yang semakin matang ini menjadi bukti bahwa Ansor tetap eksis, adaptif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Dengan mengusung semangat perjuangan para pendiri, GP Ansor terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga ulama, merawat tradisi, memperkuat persatuan bangsa, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
92 tahun Ansor bukan sekadar usia, melainkan bukti pengabdian tanpa henti untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan