11 January 2026 • Admin
Lamongan – Kawasan Bengawan Jero yang berada di Kabupaten Lamongan selama ini dikenal sebagai wilayah rawan banjir. Setiap musim penghujan, masyarakat di bantaran anak Sungai Bengawan Solo tersebut harus pasrah menghadapi luapan air yang merendam permukiman, sawah, ladang, hingga fasilitas umum. Hingga Sabtu (10/1/2026), tercatat sebanyak 27 desa di lima kecamatan terdampak banjir, dengan 1.840 rumah warga terendam.
Melihat kondisi tersebut, PAC GP Ansor Kecamatan Karangbinangun memandang bahwa Bengawan Jero tidak semestinya hanya dipersepsikan sebagai ancaman, tetapi juga memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, khususnya pada sektor pariwisata dan olahraga air.
Sebagai bentuk ikhtiar membuka perspektif baru dan menarik perhatian pemerintah daerah hingga pusat, PAC GP Ansor Karangbinangun menggagas sebuah agenda bertajuk “Ansor Dragon Boat Cup” yang akan dirangkai dengan Festival Jajanan Bengawan Jero. Kegiatan ini menggandeng tokoh masyarakat setempat, pegiat olahraga dayung, serta pelaku UMKM di kawasan Bengawan Jero.

Agenda tersebut rencananya akan digelar di Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026.
Ketua PAC GP Ansor Karangbinangun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk menunjukkan bahwa Bengawan Jero memiliki nilai strategis apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Harapannya, melalui kegiatan ini pemerintah dapat melihat potensi besar yang ada di Bengawan Jero, sehingga ke depan ada perhatian lebih dalam bentuk perawatan kawasan, fasilitasi sarana pendukung, hingga upaya normalisasi aliran sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan H. Muhlisin menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kreativitas PAC GP Ansor Karangbinangun dalam merespons persoalan banjir dengan pendekatan yang inovatif dan produktif.
Ia menegaskan bahwa Ansor harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, tidak hanya pada aspek sosial-keagamaan, tetapi juga pembangunan dan pemberdayaan potensi lokal.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kader Ansor mampu membaca persoalan sekaligus peluang. Bengawan Jero bukan hanya tentang banjir, tetapi juga tentang harapan, potensi ekonomi, dan masa depan masyarakat. PC GP Ansor Lamongan mendukung penuh agenda ini dan berharap menjadi pemantik perhatian serius dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat,” tegasnya.
Melalui Ansor Dragon Boat Cup dan Festival Jajanan Bengawan Jero, GP Ansor berharap kawasan yang selama ini identik dengan bencana dapat bertransformasi menjadi ruang produktif yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan pariwisata bagi masyarakat Lamongan, khususnya warga di kawasan Bengawan Jero.